INCLUDE_DATA

Telkom Sumatra

Pulau Sumatra dengan populasi penduduk hampir mencapai 50 Jt dan luas daerah 473,970 km2 diapit oleh samudra India dan selat malaka merupakan pulau terbesar ke 2 di Indonesia. Secara administratif wilayah Sumatra terdiri dari 10 Propinsi, 140 Ibukota Kabupaten dan Kotamadya, 1.388 Kecamatan dan 21.557 Kelurahan dan Desa.

Pulau Sumatra memiliki nilai strategis dibandingkan pulau2 lainnya. Selain Sumatra merupakan bagian dari kawasan IMT - GT (Indonesia ,Malaysia & Thailand growth triangle) yang dibentuk pada tahun 1993 dengan tujuan untuk mempercepat transformasi ekonomi di provinsi yang sedang berkembang, Sumatra juga merupakan kawasan kerjasama SIJORI Growth Triangle yang dibentuk pada tahun 1989 merupakan kerjasama antara Singapore, Johor (Malaysia) & Riau Daratan (Indonesia) dalam hal yang menjadi competitive strengths di masing-masing daerah terutama dalam hal infrastruktur, permodalan, sumber daya manusia dan lahan yang luas.

Telkom Divisi Regional I Sumatra dengan jumlah karyawan 2.635 orang merupakan BUMN yang bergerak dalam bisnis telekomunikasi yang memiliki 8 Kantor Daerah Telekomunikasi yaitu Kandatel Aceh, Medan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau Daratan, Riau Kepulauan, Suamatra Selatan, dan Lampung. Selain itu juga Telkom Divre I Sumatra memiliki 23 Kantor Cabang Telekomunikasi, 213 Plasa Telkom, lebih kurang dari 15.000 Outlet. Sebagai operator telekomunikasi Telkom Divre I Sumatra memasarkan 3 produk yaitu Wireline (Telepon Rumah), Wireless (Telkom Flexi) dan layanan broadband (Speedy).

Dalam bisnis Wireline dengan jumlah pelanggan lebih kurang 1,3 Juta pada akhir 2008 Telkom merupakan dominant player yang menguasai 99,8% market share dimana BBT (Batam Bintan Telekomunikasi) menguasai 1,2%. Dalam usaha meningkatkan penggunaan Telepon rumah oleh pelanggan Telkom Divre I Sumatra meluncurkan berbagai diantaranya Telepon Rumah Tagihan Tetap (TRRT) dan Paket Tagihan Tetap (PTT). Sedangkan dalam bisnis wireless pada tahun 2008 Telkom Flexi telah menguasai sekitar 5% dari market share Wireless dimana Telkomsel sebagai dominant player dalam bisnis ini dengan penguasaan pasar 68%. Sedangkan di sektor CDMA dengan jumlah pelanggan sekitar 1,7 Juta Telkom Flexi menguasai 79% pasar. Di Tahun 2008 penetrasi Wireless telah  mencapai angka 74% (Nasional : 77%) dari jumlah Penduduk dan 94% dari Pasar Sumatra (hampir mencapai titik jenuh). Dengan 10 operator yang ada di Sumatra, kompetisi Wireless khususnya pricing sangat cepat dan cenderung kearah “Predatory Pricing” tetapi hal tersebut menjadikan Telkom Flexi terus melakukan inovasi dengan meluncurkan fitr-fitur dan gimmick (Flexi Combo, Flexi milis, Flexi Conference, Flexi Close User Group dan lain-lain)  sehingga menjadikan Telkom Flexi semakin dekat di hati masyarakat.

Telkom Speedy dengan slogannya Speed That u Can Trust merupakan produk Broadband Internet yang memiliki “High Demand” di Sumatra dengan tingkat penetrasi yang masih rendah. Dengan jumlah pelanggan mencapai 160 ribu Telkom Speedy menguasai 91,4% pasar di Sumatra. Telkom Speedy terus memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat selain pricing yang competitive juga melakukan revitalisasi terhadap layanan Speedy hingga Downstream mencapai 1 Mbps.

Demografi Sumatra dengan gugusan pulau - pulau terluar membutuhkan effort khusus dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Pulau Sumatra memiliki 34 Pulau Terluar dari 92 Pulau terluar yang ditetapkan di dalam Kepress No.78 tahun 2005. Dari 34 Pulau terluar tersebut merupakan pulau terpenting dan bernilai strategis dikarenakan berbatasan langsung dengan Negara tetangga yaitu Pulau Rondo, Pulau Nipa, Pulau Berhala, dan Pulau Sekatung. Untuk Pulau Rondo pada tanggal 24 November telah dapat dilayani dengan telepon & Broadband Internet. Untuk Pulau Berhala pada tanggal 5 November juga apat dilayani dengan telepon & Broadband Internet. Sedangkan Pulau Nipa sementara ini hanya dapat dilayani dengan telepon. Untuk Pulau Sekatung sendiri masih dalam tahap kajian agar dapat juga dilayani fasilitas telekomunikasi. Hal ini sejalan dengan tekad telkom untuk menjadikan pulau sumatra dan sekitarnya sebagai “Pulau Digital”, telkom Sumatra akan terus melakukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di seluruh sumatra, dari daerah terpencil bahkan sampai pulau-pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara lain. Selain sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing masyarakat di daerah-daerah terpencil, selain itu Telkom juga ingin menunjukkan kecintaannya dengan aktif menjaga pulau-pulau terluar agar tetap dalam naungan NKRI.