INCLUDE_DATA

Broadband Enabled Society - enabling broadband anytime, anywhere, on any device

Internet Changes Social Lifestyle

Internet telah merubah lifestyle dari milyaran orang di dunia dan memberikan manfaat bagi kehidupan sosial. Internet saat ini telah manjadi teknologi komunikasi yang paling signifikan digunakan setelah telepon atau layanan berbasis suara (voice). Dengan hampir jutaan pengguna setiap harinya, internet telah membawa dampak bagi seluruh aspek kehidupan kita seperti cara kita bekerja, menghabiskan waktu luang, dan mencari informasi layanan publik. Generasi baru yang tumbuh dengan layanan instant messaging, download music, video on call, surfing, blog, tweet, facebook (saat ini pengguna facebook di Indonesia sudah menembus angka 24 juta user), menjadi cara yang lebih interaktif dan lebih privasi untuk dapat mengakses hal tersebut dimanapun dan dengan menggunakan alat apapun.

High-speed broadband Internet access telah mengakselerasi perubahan dan memberikan manfaat langsung dari apa yang disebut ‘revolusi digital’. Saat ini di Indonesia sendiri pelanggan Internet user telah mencapai 30 Juta pengguna dengan tingkat penetrasi yaitu 12,5% dari total penduduk Indonesia (http://www.internetworldstats.com). Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan jumlah internet user pada tahun 2000 yang baru mencapai 2 juta pelanggan. Dari data tersebut terlihat juga bahwa tingkat penetrasi tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Vietnam (25,7%), Thailand (24,4%), Philippines (24,5%), dan Malaysia (65,7%).

Benefits to Society

Menumbuhkan komunitas digital harusnya merupakan prioritas dari pemerintah melalui kemudahan akses ke layanan broadband untuk dapat memberikan manfaat dari sisi aspek sosial-ekonomi. Dimana berbagai aspek dapat ditingkatkan seperti pendidikan, kesehatan, keamanan, komunikasi, industri, penelitian. Korelasi broadband ke tiap sektor tersebut sangat erat dimana posisi broadband adalah sebagai resource. Dengan broadband, kreativitas komunitas masyarakat diharapkan bisa bertambah disamping juga memfasilitasi inovasi dan pengembangan konten berbasis pengguna, seperti jejaring sosial maupun blog-blog pribadi. Hal ini membuka peluang bisnis entrepreneur dalam hal aplikasi, konten, dll. Namun, manfaat penuh dari broadband tersebut seperti e-government, e-health dan e-learning hanya dapat terjadi jika akses ke layanan broadband dapat terjangkau oleh semua orang.

The New Broadband Opportunity

Dengan tingkat penetrasi baru mencapai 12,5% maka masih banyak populasi yang belum dapat mengakses layanan broadband. Akses layanan broadband masih dominan di daerah urban dan belum secara menyeluruh menjangkau rural area. Pertanyaannya adalah bagaimana broadband dapat menjangkau daerah yang lebih luas, menghilangkan digital divide (kesenjangan digital) antara urban area – rural area dan menjadi terjangkau untuk semua orang?

Telkom sebagai operator penyelenggara layanan broadband telah merumuskan sebuah scenario TELKOM NEXT GENERATION – NATIONWIDE BROADBAND NETWORK (NG-NBN) yang merupakan bagian dari skenario INSYNC 2014 (Indonesia Synchronous 2014). Infrastruktur yang telah dibangun Telkom untuk mendukung layanan broadband di Indonesia berupa jaringan fiber optik Nusantara (Telkom Super Highway) yang menghubungkan seluruh pulau besar di Nusantara dengan implementasi Palapa Ring, Jawa-Sumatra-Kalimantan/JASUKA, Jawa-Kalimantan-Sulawesi-Denpasar-Mataram / Jaka2Ladema, Mataram Kupang Cable System/MKCS, Ring-1 sd Ring-8), International Gateway (DMCS, TIS, dan AAG). Juga ada proyek – proyek untuk meningkatkan penetrasi broadband seperti penggelaran Wimax, fastel USO Desa Berdering, fastel USO Desa Pinter (punya internet). Dengan penggelaran infrastruktur seperti diatas diharapakan backlog dari penyediaan layanan broadband yaitu persoalan access availability dapat teratasi.

Selain itu seiring meningkatnya kebutuhan akan pemakaian bandwidth yang besar dan mobilitas yang tinggi saat ini, merupakan dua hal yang menjadi tantangan utama untuk jaringan telekomunikasi selama bertahun-tahun kedepan yang terus diperbincangkan dan terus dikembangkan. Karena hal itu orang mulai beralih ke teknologi transmisi kabel optik untuk mendapatkan bandwith yang lebih tinggi dengan menggunakan teknologi FTTH (Fiber to the home) teknologi untuk telekomunikasi yang menggantikan jaringan kabel tembaga dengan Fiber optik untuk wilayah perumahan. Instalasi teknologi FTTH (fiber to the home) akan mengembangkan industri multimedia seperti HDTV (High Definition TV), download musik dan video, serta layanan teleconference. Hal ini akan mempunyai dampak yang besar dalam dunia ekonomi dan akan memberikan bentuk baru yang muncul dari dunia bisnis dalam sektor teknologi. Diharapkan operator jaringan akan menghasilkan keuntungan baru (new margin) dan dapat menutupi biaya instalasi dari penggelaran jaringan FTTH ini.

Sebagai contoh yang sudah diimplementasikan Telkom dalam penggelaran jaringan otik berbasis FTTH adalah di Perumahan Green Mansion yang berada di Jakarta Barat yang merupakan konsep hunian dan rukan di tengah kota (kapasitas 470 ruko dan rukan) yang serba lengkap dan modern, dengan berbagai fasilitas yang tertata dan di desain dengan nuansa alam. Selain itu lokasi yang mudah dicapai dari berbagai arah, akses langsung tol serta gemilang kenyamanan dan keamanannya, menjadikan Perumahan Green Mansion Jakarta Barat sebagai salah satu hunian premium yang tiada duanya.

Konsep smart building di 470 unit di Perumahan Green Mansion ini merupakan pilot project implementasi triple play service berbasis FTTH di Indonesia, mengingat calon penghuni adalah profesional dan dari kalangan business yang membutuhkan beragam layanan. Inisiatif yang dimulai sejak akhir 2009 oleh Divisi Access ini menyepakati penggunaan teknologi FTTH (fiber to the home) dengan menggunakan platform GPON (Gigabyte Passive Optical Network) yang dapat mendukung layanan triple play service (Access Internet kecepatan tinggi, Voice over Broadband/VoBB dan IPTV). Hal ini sesuai dengan roadmap INYNC 2014 untuk mendukung visi Broadband TELKOM yang salah satunya yaitu Home Digital Environment melalui implementasi penggelaran FTTC/FTTH dengan  menggunakan MSAN & GPON Technology sehingga dapat mengantarkan bandwith yang lebih besar ke pelanggan.

Di sisi lain untuk mendukung mobilitas yang tinggi di layanan jaringan, WiMAX adalah solusi yang tepat karena memiliki bandwidth dengan kecepatan data yang tinggi (sampai 70 MBps) dan juga kemampuan WiMAX dapat melayani pelanggannya dengan area yang lebih luas sejauh 50 km maksimal dengan tingkat kompatibilitas menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi. Sedangkan dari segi kondisi saat proses komunikasinya, teknologi WiMAX dapat melayani para subscriber, baik yang berada dalam posisi Line Of Sight (posisi perangkat - perangkat yang ingin berkomunikasi masih berada dalam jarak pandang yang lurus dan bebas dari penghalang apa pun di depannya) dengan BTS maupun yang tidak memungkinkan untuk itu (Non - Line Of Sight). Jadi di mana pun para penggunanya berada, selama masih masuk dalam area coverage sebuah BTS (Base Transceiver Stations), mereka mungkin masih dapat menikmati koneksi yang dihantarkan oleh BTS tersebut.

Kombinasi dari manfaat broadband dengan kemudahan access dimanapun akan membuka peluang munculnya aplikasi dan sumber pendapatan baru. Dari angka 30 juta pengguna internet tersebut 1,4 juta dilayani dengan Speedy yang merupakan high-speed broadband Internet access dari Telkom. Sedangkan layanan Flash dari Telkomsel telah mencapai 2,2 juta pelanggan. Telkom juga akan melakukan komersialisasi layanan IPTV di akhir tahun ini. Sehingga broadband internet access untuk perumahan dan kantor di urban area tidak lagi menjadi issue, tapi bagaimana layanan broadband internet access tersebut tersedia dimana saja. Untuk itu Telkom terus berkomitmen bagaimana menjaminkan broadband connectivity dimanapun.

Enabling Multimedia Revolution

Kemunculan layanan IPTV menandakan dimulainya revolusi multimedia dan merupakan potensi revenue baru bagi operator telekomunikasi. IPTV mengubah komunikasi searah menjadi dua arah dengan menawarkan seamless media interactivity, communication, convenience, entertainment and personalization. Dari sisi pembangunan infrastruktur telah dilakukan untuk mendukung broadband internet access saat ini telah melebihi kapasitas & kapabilitas. Potensi pasar untuk IPTV sendiri diyakini sama besarnya dengan pasar broadband dan diprediksi akan menjadi mass market pada beberapa tahun kedepan.

Broadband Connectivity Gets Moving

Saat ini, akses ke broadband lebih banyak dilakukan melalui desktop pc atau laptop, tapi konsumen mencari cara koneksi melalu terminal (device) lain dan pada situasi yang berbeda baik melalui laptop atau mobile device lainnya pada saat berpindah dari satu tempat ketempat lainnya, pada saat menonton TV maupun pada saat mendengarkan MP3. Disamping itu juga konsumen inggin selalu berhubungan ke keluarga, teman dan rekan kerja baik saat bekerja maupun ketika mempunyai waktu luang.

Dengan perkembangan teknologi broadband saat ini (Metro Ethernet Access ~10 Gb, Managed Layer 3 Switch ~ 1 Gb, GPON ONT ~ 70 Mb, GPON ONU-VDSL2 ~ 20 Mb, MSAN -ADSL2+ ~ 10 Mb) memungkinkan operator untuk menawarkan broadband access internet dengan beragam perangkat untuk berkomunikasi dan menikmati layanan multimedia pada saat bergerak dan dimana saja dengan kualitas yang sama baiknya seperti di rumah dan dikantor. Sehingga memungkinkan terjadinya peningkatan produktifitas dengan memberikan akses dan informasi kepada pelanggan.

Convergence Means Convenience

Dengan variasi terminal dan pertumbuhan layanan kenyamanan pelanggan adalah sebuah hal yang fundamental agar dapat melakukan penterasi ke mass market. Sehingga harapan dari konsumen adalah dapat melakukan akses kemanapun melalui terminal apapun yang dapt menghantarkan bermacam digital media content – video, games, TV, Radio. Dengan konvergensi broadband networks, pelanggan dapat menikmati interaksi dengan media, interaksi 2 arah ke content provider dan network operator yang dapat meningkatkan broadband experience pelanggan seperti interactive TV shows dengan social networking sites.

Conclusion

Broadband telah menjadi bagian penting khususnya pada aktivitas yang menggantungkan pada penyediaan data dan informasi. Aktifitas Social and economic development di setiap negara di bumi ini tergantung dari broadband. Menciptakan mass market untuk broadband internet access tidak hanya bergantung pada teknologinya tetapi lebih kepada availability (coverage), economic of scale, service dan business model. Untuk itu TELKOM sebagai operator penyedia jasa internet berkomitmen untuk menyediakan broadband access berkecepatan tinggi sekaligus mendorong masyarakat untuk menyadari manfaat dari teknologi tersebut .

Salam hormat,

Jakarta, 29 Juni 2010

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.