INCLUDE_DATA

Access Learning Academy

Perjalanan transformasi organisasi di tubuh Divisi Access PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk dimaknai dengan perubahan dalam 3 hal yang mendasar yaitu perubahan perlakuan pada pelanggan (changes in customer perception), perubahan pada Moda Operasi (changes ini operation model) dan perubahan pada pengelolaan SDM (changes in Access people management). Berbicara “people management” yang juga merupakan salah satu core competence di Divisi Access ada beberapa hal yang saat ini telah dan sedang dilakukan yaitu penataan organisasi, seperti : implementasi outsource management,  capability building para patriot Divisi Access melalui setup change agent, setup Access Learning Academy dan  program sertifikasi.

Access Learning Academy atau disebut juga ALA merupakan bagian dari 7 modules lean operation methodology yang terdiri dari strategy & aspriration, breakthrough roadmap & charters, 3-lens operating model, performance management, change agents, learning center & academy, dan communication. Lean operation methodology merupakan metode untuk mengidentifikasi, evaluasi dan mendesign solusi dari aktifitas2 operational yang dinilai memiliiki potential impact terhadap perbaikan business process dan melibatkan jumlah SDM yg besar.

ALA atau yang disebut juga learning center pada konsep 7 modules lean operation - Divisi Access mengembangkan suatu metode “field & forum” yang menyeimbangkan antara theory dan practice di lapangan dengan curriculum berbasis 3 lens framework. Konsep 3 lens framework yang juga salah satu dari 7 modules lean operation methodology terdiri dari operating system, management infrastructure dan mindset & behaviors yang merupakan basis operating model untuk mendorong capability building dan mengubah mindset & behaviour para technician field dengan menerapkan “Go & See” principles. “Go & See” principles merupakan kombinasi dari field work,  on the job coaching dan forum learning untuk menyeimbangkan antara theory dan practice di lapangan.

Access Learning Academy (ALA) yang dikembangkan Divisi Access fokus kepada installation & material spesification yang dirasakan sangat diperlukan dalam aktifitas operasional dilapangan. ALA diharapkan menjadi media untuk menemukenali dan mencari solusi dari permalahan yang ditemukan di lapangan melalui forum knowledge yang rutin dilaksanakan dengan demikian dapat terjadi continuous improvement.  Sehingga outputnya adalah ALA  dapat meningkatkan skill technician field yang berdampak pada peningkatan produktifitas. Berdasarkan data ditemukenali hampir 60-70% dari aktifitas technician field merupakan waste, sedangkan untuk kategori value added dan incidental masing-masing 17%.

Selain itu ALA dibutuhkan untuk menyiapkan multi-skill para patriot access di site operation mengingat saat ini Divisi Access sudah menggelar seluruh platform technology yang ada (xDSL, MSAN, GPON, Wmax, FTTx),  sehingga kompetensi SDM untuk mempersiapkan suatu roadmap infrastruktur menuju INSYNC 2104 tersebut dimana penggelaran infrastructure environment base on NG-NBN (next generation nation wide broadband network). Dengan demikian dukungan & keberadaan ALA sebagai capability building dirasakan sangat bermanfaat bagi pencapaian kinerja operasi.

ALA sendiri saat ini telah dikembangkan sampai pada tingkat Area Access dengan penanggungjawab adalah Manager Access Area dan penanggung jawab operasional ALA adalah ASMAN yang ditunjuk Manager Area.  Beberapa curriculum yang menjadi materi di ALA diangkat dari permasalahan yang ditemukenali di lapangan yaitu Pemahaman Pengelolaan Proses Bisnis, SOA & Audit, Pengelolaan Pengendalian Pekerjaan Mitra/POJ, Pemahaman & Pengendalian Roll Out Lean Operation, Perencanaan JARLOKAT & KAF, Pemahaman Performansi JARAKSES, Dasar-dasar Optik, DSLAM Huawei, Pengelolaan Data Jarkases, Kewaspangan, Pengenalan IP. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, ALA dilengkapi alat-alat (tools) terkait JARLOKAT, JARLOKAF dan SPEEDY. Selain itu disiapkan juga modul & dokumen referensi untuk mendukung pelaksanaan ALA. Kalau di Singapore Airlines memiliki SIA Learning Academy, mengapa tidak TELKOM dengan Divisi Access-nya bangga memiliki Access Learning Academy-nya ? Semoga !

Jakarta, 29 Mei 2010

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.