INCLUDE_DATA

Modernisasi Jaringan Access TELKOM Menuju INSYNC 2014 Ready

Beberapa waktu lalu kita ketahui bersama adanya penandatanganan kesepakatan bersama antara PT. TELKOM dengan PT. INTI, dua BUMN besar di Indonesia dalam program Sinergi BUMN, yang dilakukan dalam rangka percepatan program transformasi bisnis PT. TELKOM. Program ini sendiri berfokus pada pekerjaan optimalisasi jaringan akses primer tembaga TELKOM untuk dimodernisasi menjadi jaringan akses fiber optik guna peningkatan kualitas layanan broadband. TELKOM berharap akan mengganti semua kabel tembaga menjadi optik, yang mana masih tersisa 10 juta satuan sambungan primer kabel tembaga dan 12 juta satuan sambungan sekunder tembaga. Untuk menuntaskan pengalihan infrastruktur tersebut membutuhkan waktu cukup lama, dan tergantung area atau lokasi kabel. Rencananya tahun ini TELKOM berencana akan merubah sejumlah 500 ribu satuan sambungan kabel tembaga menjadi menjadi kabel optik dan direncanakan sampai dengan 2014 mencapai 5 juta satuan sambungan.

 

Seiring meningkatnya kebutuhan akan pemakaian bandwidth yang besar dan mobilitas yang tinggi saat ini, merupakan dua hal yang menjadi tantangan utama untuk jaringan telekomunikasi selama bertahun-tahun kedepan yang terus diperbincangkan dan terus dikembangkan. Di satu sisi saat ini jaringan telekomunikasi ke rumah-rumah didominasi oleh jaringan kabel tetap (fixed wireline) yang menggunakan tembaga sebagai saluran transmisi data. Fixed wireline ini memiliki kekurangan karena dianggap tidak dapat memberikan bandwith yang tinggi dan kecepatan tinggi dibandingkan dengan kabel fiber optik. Karena hal itu orang mulai beralih ke teknologi transmisi kabel optik untuk mendapatkan bandwith yang lebih tinggi dengan menggunakan teknologi FTTH (Fiber to the home) teknologi untuk telekomunikasi yang menggantikan jaringan kabel tembaga dengan Fiber optik untuk wilayah perumahan. Instalasi teknologi FTTH (fiber to the home) akan mengembangkan industri multimedia seperti HDTV (High Definition TV), download musik dan video, serta teleconference dilaksanakan, hal ini akan mempunyai dampak yang besar dalam dunia ekonomi dan akan memberikan bentuk baru yang muncul dari dunia bisnis dalam sektor teknologi. Juga operator jaringan akan menghasilkan keuntungan baru untuk meningkatkan transfer data, dan dapat menutupi biaya instalasi dari jaringan FTTH.

 

Di sisi lain untuk mendukung mobilitas yang tinggi di layanan jaringan, WiMAX adalah solusi yang tepat karena memiliki bandwidth dengan kecepatan data yang tinggi (sampai 70 MBps) dan juga kemampuan WiMAX dapat melayani pelanggannya dengan area yang lebih luas sejauh 50 km maksimal dengan tingkat kompatibilitas menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi. Sedangkan dari segi kondisi saat proses komunikasinya, teknologi WiMAX dapat melayani para subscriber, baik yang berada dalam posisi Line Of Sight (posisi perangkat - perangkat yang ingin berkomunikasi masih berada dalam jarak pandang yang lurus dan bebas dari penghalang apa pun di depannya) dengan BTS maupun yang tidak memungkinkan untuk itu (Non - Line Of Sight). Jadi di mana pun para penggunanya berada, selama masih masuk dalam area coverage sebuah BTS (Base Transceiver Stations), mereka mungkin masih dapat menikmati koneksi yang dihantarkan oleh BTS tersebut.

 

Kembali kepada program modernisasi access tembaga, program tersebut dilakukan dengan reboundary service area Rumah Kabel (RK) tembaga dengan meminimalkan segmen copper sekunder eksisting < 1 km untuk mendapatkan jaminan bandwith sampai dengan 10 Mbps. Untuk jaminan bandwith sampai dengan 20 Mbps ke pelanggan (selected) dilakukan melalui reboundary service area RK dengan meminimalkan segmen copper sekunder eksisting <=300 m. Sedangkan untuk mendapatkan bandwith >20-100 Mbps untuk pelanggan tertentu maka modernisasi jaringan access dilakukan dengan migrasi ke teknologi GPON (Gigabit Passive Optical Network).

 

Program modernisasi Jaringan Access ini merupakan bagian dari rolling master plan INSYNC 2014 (2010 -2014) PT.TELKOM untuk Jaringan akses Fixed Wireline. Program ini bertujuan agar infrastruktur access broadband yang menjangkau seluruh pelanggan Telkom dapat memiliki bandwith dengan range speed 1 sd 100 Mbps dan mayoritas kecepatan 4 – 20 Mbps dengan menggunakan infrasruktur fiber optik.  

 

Bagi PT. TELKOM, kerjasama ini dapat mempercepat dan meminimalkan biaya dalam pencapaian tujuan Indonesia Synchronized (INSYNC 2014) khususnya dalam rangka menuju terbentuknya Next Generation Nationwide Broadband Network (NG-NBN). Dengan demikian percepatan pengalihan kabel tembaga menjadi kabel optik sejalan dengan program transformasi bisnis perseroan menuju perusahaan telecommunication, information, multimedia and edutainment (TIME).

 

Satu hal yang pasti dari program modernisasi tersebut adalah merupakan bagian dari usaha untuk bagaimana mewujudkan 3 (tiga) konsep TELKOM’s Broadband Vision  yaitu Broadband for Digital Home dengan konsep Home Digital Environment (Triple Play), Broadband for Enterprise, dan Broadband for Other License Operator (OLO). Untuk layanan Broadband for Digital Home sendiri TELKOM akan melakukan komersialisasi Triple Play (Voice over Broadband, Data Internet & IPTV) bulan Juli 2010 ini dengan meluncurkan layanan IPTV di beberapa kota besar di Indonesia. Selain itu juga beberapa program education & entertainment yang telah diluncurkan sebelumnya semakin mengokohkan TELKOM dalam memasuki  porto folio barunya berbisnis TIME (Telecommunication, Information, Media dan Edutainment).

 

 

Salam,

 

 

Muhammad Awaluddin

 

 

 

 

2 Responses

  1. avatar Salira Sitepu Says:

    Sukses Selalu Pak,
    Setelah Memory Pulau Berhala, sudah jarang ketemu Bapak.

    Salam

  2. avatar Ranu Says:

    Sukses Buat Pak Awaluddin, semoga internet di indonesia makin merata dan terjangkau, sehingga kesenjangan digital makin kecil agar masyarakat semakin pintar dengan makin meningkatnya jaringan telkom.

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.