INCLUDE_DATA

Desa PINTER (Punya INTERnet)

Melalui program Desa Pinter yang dicanangkan oleh Pemerintah melalui Departemen Komunikasi dan Informatika, TELKOM kembali mempertegas komitmen dalam upaya melayani dan memajukan seluruh wilayah Indonesia yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan telekomunikasi dan juga sebagai usaha pemberdayaan ekonomi dan pertanian masyarakat dengan memberikan akses informasi ke Website BTIP (Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan) secara terpusat. Sebelumnya melalui Telkom melalui anak perusahaanya Telkomsel yang telah secara resmi  di November 2009 lalu mengoperasikan Desa Berdering di 24.051 desa yang meliputi wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan. Selain itu Desa Pinter dimaksudkan untuk menghilangkan kesenjangan informasi dan pendidikan, karena dengan adanya komputer yang dilengkapi akses internet, masyarakat dapat mengakses informasi apapun termasuk dunia pendidikan dan pengetahuan lainnya.

Hal yang menarik dari pelaksanaan tender Desa Pinter ini adalah bahwa berdasarkan peraturan menteri Nomor 48 Tahun 2009 tentang penyediaan jasa internet pada WPUT internet kecamatan mewajibkan pada pasal 9 point b perihal produk dalam negeri yang mewajibkan menggunakan belanja modal (Capex) sekurang-kurangnya 35% untu pembelanjaan produksi dalam negeri. Selain itu juga terkait penggunaan sistem operasi open source yang akan digunakan nantinya

Perkembangan terkahir proses tender Desa Pinter pada 22 Januari lalu Departemen Kominfo mengeluarkan Siaran Pers Nomor : 9/PIH/KOMINFO/1/2010 tentang 9 Penyelenggara Telekomunikasi (Termasuk Yang Berbentuk Kemitraan) yang Berhak Maju Pada Tahap Evaluasi Sampul Pertama Tender USO Internet Kecamatan. Dimana dari 19 peserta yang telah dinyatakan lulus prakualifikasi, ternyata hanya terdapat 9 peserta yang mampu tepat waktu dan dinyatakan secara administratif berhak memasukaan dokumennya pada tanggal 21 Januari 2010 yaitu PT. Indonesia Comnet Plus, PT Aplikasinusa Lintas Arta, PT. Indopratama Cybernet, PT. POS Indonesia, PT. Netwave Mulltimedia (Mitra), PT. Jastrindo Dinamika (mitra), PT. Sarana Insan Muda Selaras dan PT. Jasnita Telekomindo.

Telkom sendiri masih konsisten mengikuti 11 (sebelas) paket pekerjaan yang ditenderkan untuk 5.748 kecamatan. Tender ini sendiri masih terus berlanjut sampai 29 Januari 2010 terkait penilaian administrasi dan teknis dan diharapkan dapat diketahui pemenangnya dan diumumkan pada tanggal 17 Februari 2010. Untuk ke 11 paket tersebut solusi teknologi yang akan digunakan Telkom setelah melakukan identifikasi ketersediaan infrastruktur eksisting, sebagian dapat disolusikan dengan wireline, sedang sebagian lain akan disolusikan dengan teknologi VSAT IP dan BWA.

Telkom juga sudah pernah mengembangkan model-model seperti Desa Berdering dan Desa Pinter yag dikembangkan oleh Divisi Regional I Sumatera melalui konsep Sumatera Pulau Digital (http://sampali.kampungdigital.com/, http://kampungdigitalgayo.com/, http://sumberkarya.kampungdigital.com/, http://terangbulan.kampungdigital.com/). SUMATRA PULAU DIGITAL merupakan satu kesatuan dalam program Corporate Social Responsibility Telkom di Sumatra. Secara garis besar program ini bertujuan untuk memerangi kesenjangan digital (digital divide) yang masih cukup tinggi antara Indonesia khususnya pulau Sumatra dengan negara lain di dunia melalui pengembangan 3 pilar yaitu infrastructure, content dan community.

Konsep-konsep internet community ini telah banyak dikembangkan negara lain. Seperti Malaysia yang telah lebih dulu mengembangkan model yang sama dengan nama Pusat Internet Desa (PID) yangmerupakan sinergi antara Kerajaan (Pemerintah), Kementerian, Corporasi dan NGO untuk sama-sama mengembangkan ICT di seluruh pelosok Malaysia. Tujuan dari PID ini juga ingin membangun keseimbangan antara kota dan pedesaan, merapatkan jurang digital dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui ICT dengan sasaran komunitas pelajar, ibu rumah tangga dan manula.

Dari semua model – model diatas hal yang harus menjadi perhatian bagi pemerintah dan peserta tender adalah bagaimana agar harga penggunaan internet tersebut terjangkau oleh masyarakat. Selain itu juga issue tentang “Internet sehat” yang harus dapat dipastikan dari penyelenggaraan Desa Pinter ini.

Maju terus telekomunikasi Indonesia……….

Salam hormat,

Muhammad Awaluddin


4 Responses

  1. avatar ina Says:

    salam kenal…
    saya tertarik dengan desa pinter. kalau bisa, saya ingin informasi desa-desa di jawa tengah, diy, dan bali yang telah melaksanakan program ini. informasi yang baru saya peroleh hanya desa yang “direncanakan” menjadi desa pinter.
    Thans

  2. avatar windi adi wibowo Says:

    wah….perlu lebih dikembangkan neh…

  3. avatar iwan ruswandi Says:

    bagaimana caranya agar di desa kami dapat program desa pinter, kalau bisa bagaimana prosedur/syarat yang harus kami tempuh. alamt desa kami : Desa karangwangi Kec. Ciranjang Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat pos 43282

  4. avatar Lilik Suharto Says:

    Wah program pemerintah berjalan sangat lambat, alhamd…sekarang desa sy sudah terkoneksi internet dengan kecepatan 4 Mbps via satelit buatan negara tetangga kita IPSTAR…maaf bukan iklan bukan ingin merendahkan negara sendiri…kita memang selalu terlambat dalam segala hal…

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.