INCLUDE_DATA

Ubiquitous City, Akankah Dapat Diwujudkan di Indonesia ?

Dalam satu kesempatan melakukan study tentang implementasi Intelligent Building System (IBS) dan Ubiquitous City di Korea Selatan pada bulan Agustus 2009 yang lalu, Saya terkesan dengan sebuah konsep pengembangan kota mandiri berbasis ICT yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah, Operator Telekomunikasi, System Integrator dan Residential Estate/Building Management di beberapa kota di sana. Ubiquitous City atau yang disebut juga U-City merupakan kota atau wilayah dengan akses terhadap teknologi informasi hadir dimana-mana. Semua sistem informasi terhubung, dan segala sesuatunya terhubung dengan sistem informasi melalui teknologi seperti teknologi wireless dan RFID tags. Kondisi seperti halnya yang terdapat di Hwaseong DongTan U-City, sebuah kota di Korea Selatan yang merupakan High-Tech City untuk menciptakan pengelolaan kota yang effisien, menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kenyamanan/kemudahan hidup. Hwaseong Dong Tan U-city dengan luas wilayah 903,7 ha memiliki jumlah penduduk 120.730 jiwa atau dihuni oleh 39.825 kepala keluarga. Kota yang dibangun dengan total investasi sebesar 45 billion won (360 milyar rupiah) didukung oleh basis layanan yaitu Safe City (U-Safety dan U-Building), Health City (U-Health), Convenient City (U-Administration dan U-Park), Agreeable City Life (U-Environment). Prinsip U-City yaitu “being anywhere in the same time” menjadikan akses informasi terhadap berbagai fasilitas layanan tersebut dapat dilakukan anywhere, anytime, any device, any network, any service yang dikendalikan di sebuah Integrated Information Center.

Hwaseong DongTan U-City dibangun dengan visi “construct future city feeling like living” yang dilandasi atas 2 (dua) hal utama yaitu “City with Competitive Power” dan “City with Quality of Life”. City with Competitive Power yang dimaksud adalah terciptanya pengelolaan fasilitas kota secara efisien dengan cara akses informasi secara real-time dan juga menjadi sumber pendapatan dari tersedianya layanan tersebut. Sedangkan City with Quality of Life yaitu bagaimana terciptanya kota yang berbudaya dan sejahtera dengan fasilitas yang lengkap dan tingkat keamanan yang tinggi. Terciptanya Hwaseong DongTan U-City ini tentu saja memberikan efek atau manfaat nilai tambah kepada Local Government, Citizen dan Business antara lain :

1. Citizen : Convenient life enhancement

§ Enjoy Anywhere, Anytime U-service at uniform Speed

§ Convenience/ Safety/ Clean environment

§ Economic Gains on Realty due to Higher Living Environment

2. Business : Biz-Oriented Infrastructure

§ Lure of Utmost Technical Companies

§ Jobs Create and Industrial Activity Revitalized

§ Optimized Supporting of Business Environment



3. Local Government : Efficient City Management

§ Social service improved and Cost Reduced through Efficient City Management

§ Local Government Stature improves by offering best Public Services

Selain itu untuk layanan public services, jenis aplikasi lainnya yang dikembangkan di Hwaseong DongTan U-City antara lain :



1. Anti-Crime Service in Public, yang dapat memonitor sekeliling kota untuk mencegah kriminalitas

2. Traffic Information, akses informasi terhadap kepadatan lalu lintas yang dapat di akses melalui world wide web atau celluler mobile services.

3. Real time traffic control, pengaturan arus lalu lintas dan pengendalian terhadap lampu merah

4. DongTan Portal, menyediakan kepada publik akses informasi terhadap arus lalu lintas, lifestyle, komunitas melalui world wide web.

5. Leakage Monitoring, mengendalikan ketersediaan air bersih

Bagaimana halnya dengan Indonesia?. Dari data-data yang dikumpulkan ada beberapa lokasi saat ini di Jakarta yang memungkinkan potensinya untuk terciptanya U-City tersebut di Indonesia seperti Kawasan Residential Estate LIPPO Karawaci Tangerang yang merupakan kawasan bisnis dengan area yang sangat luas dan juga kawasan yang dikembangkan khusus dengan fasilitas lengkap mulai dari Perkantoran, Residensial, Apartement, Mall, Rumah Sakit, Perguruan Tinggi, Sekolah SMA, SLTP, SD, Hotel bahkan Circuit balap mobil. Selain itu, potensi U-City juga ada di Kawasan Bumi Serpong Damai yang merupakan kawasan bisnis dengan area yang sangat luas dan juga kawasan yang dikembangkan khusus dan didominasi oleh ESTATE dan layak disebut sebagai KOTA MANDIRI dengan fasilitas penunjang lengkap (Perkantoran, Mall, Rumah Sakit, Sekolah, Hotel). Kawasan Bandara Soekarno Hatta juga memiliki potensi untuk itu karena dinilai sebagai kawasan bisnis khusus layanan publik untuk pelayanan penerbangan baik Nasional maupun internasional yang didalamnya selain bandara juga ada pergudangan/warehouse, Hotel, perumahan dan area bisnis di dalam terminal Bandara dengan volume penerbangan yang sangat padat. Pertanyaan selanjutnya dari deskripsi U-City diatas adalah : akankah U-City tersebut dapat diwujudkan di Indonesia?. Tentu saja masih dibutuhkan kerja keras untuk mewujudkannya.

Salam,

Muhammad Awaluddin

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.