INCLUDE_DATA

Dari Kampung Sampali Deli Serdang Menuju Ritz Carlton Jakarta

Medan, 23 Februari 2009

Perjuangan Tim Education for Tomorrow (E4T) Telkom Sumatra selama dua tahun terakhir ini akhirnya berbuah manis! Berlangsung di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin kemarin (23/2) Program Education for Tomorrow Telkom Sumatra tidak hanya berhasil menyumbangkan satu penghargaan saja dalam ajang Indonesian CSR Awards 2008 tapi juga empat award sekaligus dalam kategori yang berbeda-beda, yaitu Juara I dalam kategori sosial, Juara I dalam Kategori Silver, Juara I dalam Kategori Kombinasi Sosial-Ekonomi-Lingkungan, dan juga menganugerahi Ketua PKM Sumatra Pulau Digital Andang Ashari sebagai Juara I CDO (Community Development Officer) 2008. Keseluruhan prestasi yang sangat membanggakan ini, kemudian mengantarkan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk berhasil merebut penghargaan tertinggi sebagai Juara Platinum All Category CSR seluruh Indonesia.

Berbagai penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Sosial RI, Bachtiar Chamsyah, kepada Direktur HCGA Telkom Faisyal Syam ini memang tidak mudah didapatkan. Ketua PKM Education for Tomorrow Andang Ashari menjelaskan bahwa ada proses pembelajaran yang sangat panjang yang harus dilalui oleh Telkom Sumatra hingga kemudian dinilai layak untuk mendapat semua anugerah prestasi terbaik ini.

Resmi diluncurkan pada tanggal 2 Mei 2007, ungkap Andang, Program Education for Tomorrow (E4T) dinyatakan sebagai program unggulan Telkom Sumatra yang menjadi langkah penyiapan metode pendidikan masa depan dengan menggunakan ICT untuk seluruh aktivitas pendidikan di sekolah maupun komunitas lainnya. Menjadi salah satu fokus kegiatan CSR Telkom Sumatra, E4T sepenuhnya menyasar pada peningkatan kualitas kondisi lingkungan, ekonomi, dan sosial masyarakat. Sementara dalam fungsinya sebagai bagian dari visi Sumatra Pulau Digital, program E4T ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak utama dalam upaya Telkom Divre I untuk membangun generasi digital di Sumatra.

Mengapa harus digital? EGM Divre I Sumatra Muhammad Awaluddin menjelaskan bahwa memahami posisi Telkom Sumatra yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara lain telah melahirkan sebuah rasa tanggung jawab untuk memastikan kesetaraan kualitas masyarakat Sumatra dengan masyarakat di negara lainnya. Semaksimal mungkin Telkom Sumatra berupaya untuk menekan kesenjangan digital yang masih ada, yang mungkin dapat menghambat peluang masyarakat untuk dapat berkembang maju sebagaimana negara lainnya.

Diawali dengan menetapkan target 1 Juta siswa paham internet, pada pelaksanaannya Program E4T ini mendapat tanggapan yang sangat positif dari masyarakat luas hingga kemudiaan penyelenggaraannya semakin berkembang pada komunitas-komunitas lainnya seperti militer, pesantren, para guru, instansi pemerintah, swasta, dan bahkan ibu rumah tangga. Program E4T memang bertujuan untuk memastikan agar akses internet dapat menjadi bagian dari keseharian masyarakat, tegas Awaluddin. Melalui berbagai program pelatihan yang diselenggarakan secara gratis, Program E4T mengenalkan manfaat ICT (Information and Communication Technology) kepada masyarakat, dan juga berbagai aplikasi ICT yang sengaja dikembangkan untuk dapat menunjuang aktivitas masyarakat sehari-hari.

Meski demikian, Awaluddin juga mengakui bahwa keberhasilan Program E4T tidak hanya didorong oleh upaya tak kenal lelah dari Telkom untuk terus membangun jaringan broadband dan membuka pintu kemudahan yang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melakukan akses internet misalnya melalui penggelaran Speedy Learning Centre, penyediaan titik HotSpot di berbagai lokasi publik, dan pembangunan Anjungan Internet Telkom). Tetapi lebih dari itu, Telkom juga concern dalam mendorong pembentukan komunitas-komunitas masyarakat yang berbasis digital, dan juga mengupayakan pengkayaan akses internet dengan beragam content menarik, tambahnya.

KAMPUNG DIGITAL SAMPALI

Program Education 4 Tomorrow selama ini telah dilaksanakan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti misalnya pengembangan usaha melalui program kemitraan dan pembangunan UKM Digital, pengembangan Kampung Digital (Community Tele Center), pengembangan Public Learning Center, pengembangan Integrated School Network, dan kegiatan peduli lingkungan. Dari berbagai bentuk program E4T tersebut, pembangunan Kampung Digital Sampali telah menjadi salah satu role model keberhasilan program E4T yang mengimplementasikan penyelenggaraan kegiatan CSR yang berlandaskan pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Bekerjasama dengan lembaga pemerintah Desa, Telkom Divre I terus mendorong peningkatan pemberdayaan ICT pada potensi masyarakat Kampung Sampali mulai dari mempersiapkan hingga mengembangkan Pusat Informasi Masyarakat, melakukan edukasi ICT, menyiapkan komunitas digital citizen journalist, perbaikan sarana lingkungan, hingga pengembangan usaha berbasis ICT.

Hingga saat ini, beberapa sumbangsih nyata Telkom Sumatra melalui Program E4T mulai menuai hasil bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Beberapa diantaranya seperti pemberian pinjaman modal usaha bagi usaha kecil Kampung Digital Sampali Usaha Pembiatan pupuk organik, usaha warnet, rental PC, cetak digital&reparasi HP, hingga industri makanan), pembentukan Kelompok Usaha Pembuatan Pupuk Organik ASB (Agro Sampali Bangkit). Kampung Digital Sampali juga telah memiliki web site Sampali (www.sampali.kampungdigital.com) sebagai media promosi online bagi produk-produk yang dihasilkan masyarakat, dan peningkatan kualitas kompetensi asyarakat melalui berbagai upaya penyiapan usaha mandiri (sinergi dengan program P2KP), seperti misalnya melalui pelatihan pangkas rambut, pelatihan reparasi HP, maupun pelatihan budi daya ikan.

PERJALANAN PANJANG MENUJU INDONESIAN CSR AWARD 2008
Kembali menyinggung pencapaian Telkom Sumatra yang sangat membanggakan di ajang Indonesian CSR Award (ICA) 2008, Andang menjelaskan bahwa keberhasilan ini semata-mata merupakan sebuah bonus yang tak ternilai atas kerja keras jajaran Telkom Sumatra dalam membaktikan dirinya bagi kemajuan bangsa. Sedikitnya 38 Perusahaan di tingkat nasional harus tersisih dalam memperebutkan predikat sebagai yang terbaik dalam ajang ICA 2008. Penghargaan memang tidak menjadi tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan CSR Telkom. Meski demikian, tidak dipungkiri bahwa mampu mengungguli perusahaan-perusahaan besar lainnya dalam ajang sepeti ini sangat lah membanggakan, imbuhnya.

Dimulai pada tanggal 1 Juni 2008, Telkom Sumatra mulai melakukan langkah persiapan menuju ICA 2008, yaitu antara lain dengan pembentukan satgas, brainstorming, penetapan judul, obyek serta rencana kerja. Selanjutnya pada periode bulan Juli dan Agustus 2008, tim melakukan penyusunan outline dan melakukan penyusunan sinopsis program CSR bersama tim dari corporate. Penyusunan outline ini berjalan cukup alot dan berulangkali mengalami revisi. Namun proses ini tidak sia-sia, karena pada bulan Oktober 2008 dokumen outline ini dinyatakan lolos seleksi oleh Komite Ahli ICA 2008. Proses penilaian dari komite ahli terus berlanjut hingga tahapan on desk asessment, site visit, asessment CDO, dan kemudian kesempatan bagi tim CSR Telkom Sumatra untuk melakukan beberapa langkah pembenahan yang perlu dilakukan, hingga kemudian berujung pada pencapaian prestasi sebagai yang terbaik.

Beberapa hal yang dicatat oleh komite Ahli Indonesian CSR Award sebagai keunggulan dari Program E4T antara lain adalah ketersediaan document outline yang sangat lengkap, nyaris tidak ditemukan kesenjangan antara kondisi riil di lapangan (hasil site visit Komite Ahli) dengan kondisi yang tercatat dalam document outline, keterlibatan masyarakat tinggi, volume hasil dinilai cukup besar (setidaknya 238 K orang berhasil di didik), memiliki rencana strategic&road map CSR yang jelas, serta khususnya di Kampung Digital Sampali, aspek manfaat baik sosial-ekonomi-lingkungan sangat terasa.

Lebih lanjut Andang juga menjelaskan bahwa penghargaan yang diterima Telkom melalui program E4T ini diharapkan tidak menjadi puncak atas prestasi yang mungkin dapat diraih. Ini memang bukan kali pertama bagi Program E4T untuk dapat memperoleh decak kagum dan apresiasi dari masyarakat luas. Sebelumnya, juga melalui Program E4T, Telkom Sumatra berhasil meraih penghargaan dari Koalisi Masyarakat Pendidikan Indonesia, Penghargaan dari Gubernur Sumatra Utara, apresiasi dari ITU Forum Geneva Swiss, apresiasi dari Universitas Putra Malaysia, penghargaan dari Presiden RI kepada EGM Divre I Sumatra atas peluncuran program ini, dan juga berhasil dinobatkan sebagai terbaik pertama inovasi TELKOM 2008, dalam kategori strategik. Ada begitu banyak cita-cita yang masih digantungkan dalam penyelenggaraan E4T ini, seperti misalnya berpartisipasi dalam ajang Millenium Development Goals, ASIAN CSR Award dan tim juga sedang menjajaki keikutsertaan dalam sayembara “Intelligent Community Forum (ICF)” di New York USA Mei mendatang. Diharapkan Program Education for Tomorrow mampu bersaing dengan program lain dari berbagai negara di bidang e-community, CSR for education, telecenter dan lain-lainnya.

Kami berharap prestasi ini dapat memacu Telkom untuk dapat berbuat yang lebih baik lagi bagi masyarakat. Karena saat ini, Telkom Sumatra telah mempersiapkan perencanaan yang lebih matang atas penyelenggaraan Program E4T ke depannya, yaitu diantaranya dengan terus mendorong digital lifestyle pada masyarakat melalui pengembangan conten-conten baru, terus mengembangkan komunitas-komunitas digital yang potensial, hingga memfasilitasi multi efek dari ICT. Dimana salah satu program yang akan segera diluncurkan adalah Sumatra Content melalui kerjasama dengan Divisi Riset & Development Center (RDC) dengan dukungan teknologi Wimax.

Program Education for Tomorrow, boleh jadi berawal dari satu niat sederhana untuk merangkul masyarakat Sumatra agar dapat mengenal lebih dekat akan pemanfaatan internet. Namun kini dengan gaungnya yang meluas hingga ke mancanegara, Program Education for Tomorrow menjadi bagian dari jati diri Telkom yang secara konkrit menyatakan kepeduliannya terhadap masyarakat. Dari Kampung Sampali Deli Serdang menuju Ritz Carlton Jakarta, dari Sumatra bagimu Telkom Indonesia!

(dikutip dari Portal Telkom Divre I Sumatra)

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.